berebutan menyuap nasi, tanpa mengizinkan sebulir remah nasipun tertinggal.
kita akan rindu pagi yang gigil dengan mata yang berkeriyap
bergantian membasuh setiap bagian wudhu dari tubuh ini
lalu sayup-sayup terdengar suara imam yang membacakan surah al-muzzamil
khsyuk mengikuti setiap gerak thuma'ninahnya
suatu kali kita akan merindu menembus kabut pagi
dikala matahari perlahan merangkakmeninggi
saling memurajaah dan menyimaki hafalan quran yang harus kita guratkan makna dalam hati dan langkah ini
suatu hari kita akan merindu suara keroncong yang bising dari perut ini
tersebab 24 jam waktu yang kita miliki selalu terasa kurang
suatu kali rindu itu akan menelasak dengan getar yang terus merambat
rindu seumpama gundu yang menelasaki setiap hirupan udara, setiap rapal doa, setiap hari dikala diri dikurung sunyi, terdiam dalam hening, disaatsaat kita merasa sebentar lagi jiwa akan berpulang, tapi belum ada apa-apa yang kita tinggalkan di dunia sebagai kenangkenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar